Info Wisata
kawan kurnia tour

Apa Saja Tradisi Wisata Budaya Adat Di Kota Kudus Jateng?

Sesuai dengan visi dari dinas pariwisata kota Kudus Jawa tengah yaitu terwujudnya kebudayaan yang adiluhung pariwisata yang mau berdaya tarik dan ekonomi kreatif, banyak sekali kegiatan budaya di kota Kudus yang dapat dipadukan dengan pariwisata jika dikelola dengan baik.

Pada kesempatan kali ini Kawan Kurnia Tour ingin berbagi informasi mengenai kegiatan tradisi budaya adat apa saja yang ada di Kudus kota kretek yang dapat dijadikan pariwisata untuk mengundang banyak masyarakat dari luar kota bahkan mancanegara.

festival malam hari adat budaya kota kudus

1. Tradisi Buka Luwur
  • Buka luwur merupakan salah satu acara adat yang unik, kata luwur sendiri berarti makam. Kegiatan dalam Buka luwur adalah menggantikan kain klambu penutup makam yang dilakukan setahun sekali. Dalam acara Buka Luwur ini terdapat acara pembagian nasi dan kain bekas tutup makan yang lama. Bagi masyarakat yang bisa mendapatkan nasi serta kain tersebut percaya bahwa akan dapat keberuntungan.
  • Kegiatan ini dilakukan setiap tanggal 10 Suro di Sunan Kudus dan setiap tanggal 16 Suro untuk Snan Muria.

2. Tradisi Dandangan
  • Sebuah proses jual beli terbesar dan terlama di kota Kudus. Ini adalah sebuah tradisi untuk menyambut datangnya bulan ramadhan / Bulan Puasa yang dilakukan di area antara simpang 7 Kudus hingga Menara Kudus.
  • Bagi anda yang datang ke Kudus saat menjelang puasa, tidak ada salahnya untuk menengok di jalan tersebut (dijamin tidak akan rugi)

3. Tradisi Kupatan
  • Mungkin kegiatan ini hampir sama dengna di tempat kalian. Di kota Kudus sendiri perayaan kupatan dilakukan 1 minggu setelah Lebaran / Idul Fitri. 
  • Dalam acara kupatan akan ada gunung yang terbuat dari ketupat yang mana akhirnya akan menjadi direbutkan oleh masyarakat setempat. Ini adalah acara puncak dan meriah saat kupatan di kota Kudus.
  • Di kudus sendiri saat kupatan akan ramai menyembelih entok untuk dimakan bersama keluarga ataupun dibagikan di warga setempat

4. Tradisi Budaya Wiwit Kopi
  • Tradisi ini berada di desa Colo dan sudah berlangsung sangat lama dari nenek moyang. tradisi ini dilakukan sebagai tanda bahwa panan kopi desa colo telah dimulai.
  • Sebagia ucapan syukur kepada Tuhan, maka masyarakat setempat mengadakan acara slamatan di tengah-tengah lahan kebun kopi mereka.

5. Budaya Tari Kretek
  • Tari kretek ini menceritakan awal mula pembuatan rokok kretek di kota Kudus. yaitu mulai dari meilih tembakau yang paling baik. Kemudian tugas buruh memotong ujung rokok agar terlihat rapi. lalu buruh tersebut membawanya kepada mandor guna diperiksa.
  • Sang mandor memiliki sifat yang berbeda-beda terkadang dia terlihat seram / galak, namun juga terlihat sumeh / murah senyum kepada para buruh mbatil.
  • Para pemain menggunakan pakaian adat kota Kudus.

6. Acara Duta Wisata
  • Acara duta wisata ini dilakukan setiap setahun sekali. maksud dan tujuan dari kegiatan duta wisata di kota Kudus Jaawa tengah ini adalah untuk memilih duta pariwisata yang diambil dari para muda mudi kota Kudus yang meiliki bakat dan terseleksi dengan baik dan benar.
  • Selain memamerkan pakaian adat kota Kudus, pata duta wisata ini harus mampu juga mempromosikan dunia pariwisata kota Kudus di segala penjuru.
  • Acara ini dilakukan oleh dinas kebudayaan  dan pariwisata kabupaten Kudus

7. Tradisi Adat Rogomoyo
  • Rogomoyo merupakan acara adat tradisi yaitu menggantikan kain luwur / makam mbah Rogo Moyo di dukuh Prokowinong, Desa Kaliwungu, Kudus.
  • Tradisi adat ini rutin dilakukan setiap tahun tepatnya saat bulan Muharram atau Syura.
  • Acara ini juga dimeriahkan dengan kirap budaya atau jalan arak-arakan dengan berkonsepkan budaya oleh warga setempat.

8. Jenang Tebokan
  • Acara kirap tebokan adalah salah satu bentuk pelestarian tradisi dan sejarah jenang Kudus. Berawal dari Mbah Dempok dan cucunya. Cerita nya yaitu ketika mbah Dempok soponyono bermain burung merpati di tepian sungai kaliputu, cucu mbah Dempok terbsut terjatuh dan terjebur dalam aliran sungai. Dengan jerih panyah, akhirnya cucu dapat diselamatkan dari sungai. Namun ada hal yang menarik yaitu cucu mbah Dempok selalu diganggu oleh banaspati (sang rambut api)
  • Sunan Kudus mengatakan bahwa cucu dari mbah Dempok telah meninggal, namun Syekh Jangkung mengatakan lain yaitu cucu mbah Dempok hanya mati suri. Untuk membangunkannya ada persyaratan yaitu harus membuat jenang bubur gamping.
  • Cerita itulah yang melatar belakangi ibu-ibu di desa kaliputu memproduksi jenang, yang hingga saat ini terkenal sebagai jajanan khas dari kota Kudus, seperti contohnya jenang Mubarok.

9. Rebo Wekasan
  • Masyarakat Jawa menganggap ada di suatu hari yang penuh dengan makna religi yaitu di bulan Safar. Di kota Kudus sendiri pempercayai bahwa Rabo Wekasan atau rabu terakhir pada bulan itu adalah hari yang tepat.
  • Dipercayai bahwa di hari rabu terakhir bulan Safar ini akan ada 320 musibah yang turun ke dunia, dan disinilah peran manusia untuk lebih banyak memohon ampun, belas kasihan, bertobat, serta bersedekah.
  • Acara tradisi budaya ini demeriahkan juga dengan festival arak-arakan dengan menggunakan pakaian adat jawa seperti surjan, pangeran yang menunggang kuda, prajurit, dll.

10. Ampyong Maulid
  • Ini merupakan salah satu acara budaya tradisional yang dimaksutkan untuk memperingati hari besar kelahiran Nabi Muhamad SAW.
  • Tradisi ini biasanya ramai dilakukan di desa Loram Kulon, dengan mengadakan arak-arakan dengan membawa beberapa makanan dan jajan yang sebagai slametan dibentuk menjadi gunung besar serta di pinggul oleh beberapa orang.

11. Tradisi Adat Bulusan
  • Bulusan adalah tradisi budaya masyarakt Islam salah satunya di kota Kudus ini. Acara ini dilakukan hari ke tujuh setelah Lebaran (sama dengan kegiatan kupatan)
  • Tradisi ini dilakukan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kec. Jekulo, Kab Kudus.
  • Tradisi ini ada dilatar belakangi ketika Sunan Muria menegur warga yang masih bekerja ketika malam hari saat Ramadhan tiba. Tidak mengindahkan teguran dari dari Sunan Muria, maka warga terebut berubah menjadi para bulus.
  • acara ini juga dimeriahkan dengan adanya berbagai pameran pakaian bernuansa binatang seperti bulus, kupu-kupu, burung, dll dari warga kudus.
Mau Tau: 2 Macam Pakaian Adat Kudus

0 Response to "Apa Saja Tradisi Wisata Budaya Adat Di Kota Kudus Jateng?"

Popular Posts