12 TEMPAT WISATA DI REMBANG YANG WAJIB DIKUNJUNGI

Rembang adalah salah satu kota dengan sejuta keindahan yang ada di dalamnya. Rembang juga merupakan kota yang memiliki sejuta kenangan indah dan tak akan pernah bisa terlupakan karena penulis saya sendiri dilahirkan dan dibesarkan di kota tercinta ini, walaupun sekarang saya merantau di ibukota Jawa Tengah bersama keluarga kecil saya.

Dalam artikel ini saya akan memaparkan beberapa tempat wisata di Rembang yang memiliki keindahan ataupun sejarah yang sangat unik. Selain memiliki tempat wisata yang indah, Rembang juga memiliki beberapa tempat wisata sejarah. Salah satunya yaitu karena Rembang merupakan tempat di mana pahlawan emansipasi wanita RA. Kartini memperjuangkan hak-hak kaum wanita di kota ini. Langsung saja berikut akan saya jelaskan beberapa tempat wisata di Kabupaten Rembang.


Tempat Wisata Di Rembang


1. Taman Rekreasi Pantai Kartini

Taman Rekreasi Pantai Kartini terletak strategis pada jalur jalan raya Semarang-Surabaya yang menawarkan pemandangan laut dan telah dilengkapi dengan beragam fasilitas antara lain kolam renang, flying fox, outbond kid, kebun binatang mini, istana bola, banana boat dan permainan anak lainnya. Pada bulan Syawal tepat lima hari setelah hari raya Idul Fitri, diadakan upacara syawalan atau kupatan yang dikunjungi ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Di lokasi ini juga terdapat Jangkar Dampo Awang berukuran 4,22 m, lebar 2,80 m dan lingkar badan 60 cm milik pelaut Tiongkok yang terlibat perselisihan dengan Sunan Bonang.

2. Museum RA Kartini

R.A Kartini merupakan salah satu tokoh nasional kebanggaan masyarakat Rembang dan dikenal sebagai Pahlawan emansipasi wanita. Museum RA Kartini Rembang yang merupakan bangunan asli yang dulu ditempati RA Kartini beserta suaminya Djojo Diningrat Bupati Rembang (1889-1912). Dahulu bangunan tersebut digunakan sebagai tempat beraktifitas RA Kartini seperti menulis buah pikiran dan ide-ide beliau, juga digunakan tempat melahirkan putra satu-satunya sampai beliau wafat.

Beberapa koleksi peninggalan RA Kartini yang dapat dijumpai di museum ini antara lain: bak mandi, bothekan tempat jamu, kotak jahitan, meja makan, meja merawat bayi, lukisan RA Kartini, sepasang warono penyekat dari kayu berukir hadiah dari ayahanda RA Kartini, naskah tulisan tangan RA Kartini, dll.

RA Kartini wafat pada tanggal 17 September 1904 dalam usia 25 tahun dan dimakamkan di desa Bulu 17,5 km ke arah selatan dari kota Rembang jurusan Blora.

tempat wisata rembang

3. Perahu Kuno Punjulharjo

Situs Punjulharjo berupa perahu kuno ditemukan pada tanggal 26 Juli 2008 oleh penduduk setempat pada kedalaman sekitar 1,5 m. Perahu kuno ini memiliki ukuran 15,2 x47 m dan berdasarkan bentuk perahunya tersebut berasal dari Tiongkok. Balai Arkeologi memperkirakan perahu ini berasal dari sekitar abad 12-14 Masehi karena badan perahu terbuat dari kayu non jati (sejenis kayu ulin / besi) serta ornamen ukir era kerajaan Majapahit.

4. Pantai Caruban / Pantai Gedongmulyo

Pantai Caruban berada di dukuh Caruban Gedongmulyo Kecamatan Lasem, kurang lebih 12 km dari kota Rembang. Pantai ini membentang dari barat ke timur sepanjang 2 km dan memiliki pasir yang lembut serta ombak yang tenang, sehingga sangat cocok untuk liburan keluarga.

5. Pantai Karang Jahe

Pantai Karang Jahe terletak di tengah-tengah jalur utama pantura Kabupaten Rembang-lasem, tepatnya di Jl. Rembang-Lasem km 7,5 Desa Punjulharjo atau SMK Umar Fatah masuk ke arah utara kurang lebih 800 meter.

6. Wana Wisata Mantingan

Wana Wisata Mantingan merupakan kawasan hutan jati yang teduh, nyaman dan sejuk yang dikelola oleh Perum Perhutani. Wana wisata ini berada di desa Mantingan kecamatan Bulu, 22 km arah selatan jurusan Blora. Selain fasilitas penginapan dan waterboom, Wana Wisata mantingan juga dapat digunakan untuk perkemahan.

7. Vihara Ratanavana Arama

Vihara Ratanavana Arama terletak di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem, 5 km ke arah Wisata Alam Kajar memiliki ornamen-ornamen sarana peribadatan yang unik. Berdiri pada kawasan perbukitan di ketinggian sekitar 120 m di atas permukaan air laut, pegunungan dan hamparan sawah / tegalan / perkebunan yang luas.

8. Klentheng Makco Karanggeneng

Klenteng Makco yang berada di desa Tasikagung didirikan pada tahun 1841 oleh Kapiten Lie dengan keistimewaan yang dilengkapi dengan 2 menara disebut Kie Kwa yang tidak terdapat pada klenteng-klenteng lainnya. Menara tersebut berfungsi sebagai petunjuk arah para nelayan.

9. Klentheng Tjoe An Kiong Dasun

Klenteng yang didirikan pada abad ke 15 ini merupakan klenteng tertua di Rembang. Terletak di desa dasun Kecamatan Lasem, kurang lebih 12 km dari kota Rembang. Klentheng Tjoe An Kiong mengalami pemugaran terakhir pada tahun 1868.

10. Klentheng Gio Yong Bio Babagan

Klenteng yang terletak di desa Babagan ini sarat akan kisah perjuangan bangsa Indonesia. Di dalam kongco (dewa Suci dimuliakan) yaitu Tek Cing Sien (Dewa Bumi) dikawal Kongco (macan) Hauw Ciang koen, kongco Lautzze / Tao, kongco Tan Kee Wie dan Oey Ing Kiat, lalu kongco Raden Panji Margono. Tokoh-tokoh ini semasa hidup berjuang bersama melawan penjajah Belanda VOC atas praktek dagang yang keji dang bengis serta perampasan terhadap semua hasil bumi Indonesia.

11. Masjid Jami Lasem

Adipati Tejokusumo I, bupati Lasem generai ke 4 setelah Bupati Santi Puspo, pada tahun 1585 menempatkan pusat kekuasaannya di Soditan. Tiga tahun kemudian beliau membangun Masjid Jami' Lasem pada tahun 1588 di sebelah barat alun-alun, tepatnya di tepi jaln utama Semarang-Surabaya. Hingga kini masjid ini masih berdiri megah dan telah mengalami beberapa kali pemugaran.

12. Masjid Agung Rembang

Masjid Agung yang berada di barat alun-alun kota Rembang ini termasuk bangunan cagar budaya karena dibangun pada tahun 1814 oleh Adipati Cokrodiningrat. Sebagaimana prototipe masjid kuno di Indonesia, kawasan masjid juga selalu menjadi kompleks pemakaman (sebelah barat), diantara makam Adipati Sedo Laut (tahun 1886).

Posting Komentar

CHAT WHATSAPP
085 290 682 990